Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, kontribusinya mencapai 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Di antara beragam bentuk usaha UMKM, ada dua model bisnis yang tetap bertahan dan semakin berkembang, yaitu
jualan sayur depan rumah dan Warung Madura yang beroperasi 24 jam.
Keberadaan bisnis itu kian menjamur di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa, dan mulai merambah luar Jawa dengan cepat.
Kedua bisnis tersebut dikenal bermodal relatif kecil, menghasilkan pendapatan harian, serta tahan terhadap tekanan ekonomi.
Tak sedikit masyarakat yang melihatnya sebagai pilihan usaha pertama ketika ingin memulai bisnis.
Namun pertanyaan selanjutnya,
jika Anda harus memilih satu bisnis untuk dijalankan, mana yang menawarkan prospek lebih rasional?
Untuk menjawabnya, kami sudah melakukan pengumpulan data berupa perhitungan margin, wawancara langsung dengan pedagang, serta analisis model operasional dari kedua jenis usaha tersebut.
Hasilnya akan kami rangkum dalam perbandingan head-to-head demi memberi gambaran nyata untuk Anda.

Gambaran Modal Awal & Omzet Harian di Pinggiran Kota Besar
| Aspek | Warung Sayur Depan Rumah | Warung Madura |
| Modal awal | Rp1–3 juta (etalase, timbangan, stok awal) | Rp12–25 juta (sewa tempat, rak, stok lengkap) |
| Omzet harian rata-rata | Rp600 ribu – Rp1,5 juta (lebih tinggi jika via GoFood) | Rp3–6 juta (up to Rp8–12 juta di lokasi ramai) |
| Margin kotor | 35–55% | 20–30% |
| Balik modal | Estimasi 1–4 bulan | Estimasi 6–14 bulan |
| Laba bersih per bulan | Rp8–25 juta (tanpa sewa tempat) | Rp20–70 juta (dengan sewa tempat) |
| Risiko utama | Sayur cepat rusak dan cuaca hujan | Persaingan dengan toko ritel modern (minimarket) |
| Jam operasional | 05.00–11.00 & 16.00–19.00 | 05.00-22.00 atau 24 jam penuh |
Model Bisnis Jualan Sayur Depan Rumah Lebih Cocok Jika:
- Modal sangat terbatas (bahkan bisa mulai dari Rp800 ribu)
- Memiliki tempat usaha di rumah sendiri yang ada di pinggir jalan (tidak ada biaya sewa → margin langsung maksimal)
- Ingin tetap punya waktu untuk mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga (tidak perlu standby 24 jam)
- Siap menerima WhatsApp order untuk kirim-kirim dagangan kalian ke pelanggan.
Beberapa testimoni dari pelaku usaha sejenis:
Rina – Depok
Mulai berjualan pada 2023 dengan modal Rp1,5 juta. Kini omzet mencapai Rp1,8 juta per hari karena aktif di 12 grup WhatsApp perumahan serta TikTok Shop. Tahun lalu, ia berhasil membeli mobil bekas secara tunai dari hasil usahanya.
Joko – Bekasi
Mengembangkan usaha dengan menanam hidroponik di halaman rumah. Selada keriting dijual Rp15 ribu per ikat dengan margin hingga 70 persen. Strategi ini membuat stok lebih segar dan keuntungan stabil sepanjang tahun.
Model Bisnis Warung Madura Lebih Cocok Jika:
Warung Madura dikenal agresif dalam ekspansi, terutama di kawasan dengan aktivitas penduduk yang tinggi sepanjang hari.
Model ini akan jauh lebih menarik jika memenuhi beberapa kondisi berikut:
- Komitmen kerja penuh
Pemilik siap menjaga toko hampir tanpa henti, atau memiliki anggota keluarga yang bisa bergantian shift.
Jam operasional 24 jam menuntut stamina dan kedisiplinan tinggi. - Lokasi strategis
Sangat cocok di perempatan jalan, dekat zona industri, kampus, hingga area kos-kosan yang selalu membutuhkan kebutuhan harian pada waktu apa pun. - Ambisi memperbesar usaha
Potensi omzet yang besar membuat pemilik bisa membuka 2–3 cabang dalam waktu tiga tahun, terutama bila omzet stabil di atas rata-rata wilayah. - Akses pemasok yang kuat
Banyak pelaku yang bergabung dengan sistem titip barang dari jaringan pedagang besar, terutama sesama perintis.
Pemilik tidak perlu menanggung seluruh modal stok, tetapi menerapkan bagi hasil untuk menekan risiko awal.
Model Warung Madura terbukti mampu menahan persaingan ritel modern berkat fleksibilitas produk, jam operasi nonstop, serta kedekatan dengan kebutuhan harian konsumen.
Beberapa testimoni dari pelaku usaha sejenis:
Syaiful – Tangerang
Memulai usaha pada 2021 dengan modal sekitar Rp18 juta. Berkat lokasi yang dekat kawasan pabrik dan strategi buka 24 jam, omzet hariannya kini stabil di Rp7–9 juta. Dalam waktu kurang dari empat tahun, ia berhasil membuka tiga cabang, serta membeli Avanza Veloz baru sebagai kendaraan operasional keluarga.
Amin – Surabaya
Menjelang dan saat Lebaran 2025, omzet hariannya mencapai Rp18 juta, terutama dari penjualan rokok, pulsa, dan galon yang menjadi penyumbang laba terbesar. Menurutnya, kunci pertumbuhan adalah mengenali barang yang perputarannya cepat dan memastikan stok selalu tersedia saat kebutuhan memuncak.
Risiko Bisnis yang Perlu Dipertimbangkan
Meski sama-sama tahan banting, kedua model usaha memiliki tantangan khas yang bisa menggerus keuntungan bila tidak diantisipasi dengan baik.
Risiko Usaha Jualan Sayur Depan Rumah
- Cuaca buruk berkepanjangan
Curah hujan tinggi di berbagai daerah bisa membuat 30–50 persen stok gampang membusuk, terutama sayuran hijau. - Fluktuasi harga bahan baku
Pada puncak musim kemarau, harga grosir sayuran dapat melonjak 50–100 persen, membuat margin keuntungan menipis drastis. - Persaingan layanan cepat
Tanpa pemanfaatan platform digital, pedagang sayur rumahan bisa kalah dari tukang sayur motoran yang lebih fleksibel dan dekat dengan pelanggan.
Risiko Usaha Warung Madura
- Kenaikan biaya sewa
Di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, tarif sewa ruko bisa meningkat 20–30 persen setiap tahun, menekan profit bersih jangka panjang. - Persaingan ritel modern
Kehadiran minimarket besar dalam radius 100 meter dapat menurunkan omzet 25–40 persen, terutama untuk penjualan produk dengan margin tipis.
Kesimpulan Buat Investor
Setelah meninjau data finansial, risiko operasional, serta kisah para pelaku usaha di lapangan, berikut penilaian kami yang dapat menjadi acuan bagi calon wirausaha:
Jual sayur depan rumah — Skor 9/10
Cocok untuk pemula, ibu rumah tangga, atau siapa pun yang ingin memulai usaha dengan tekanan minimal.
Modal kecil, balik modal cepat, dan fleksibel terhadap waktu.
Warung Madura — Skor 8,5/10
Pilihan bagi mereka yang berambisi besar dan siap bekerja keras dalam jangka panjang.
Potensi untuk berkembang menjadi banyak cabang dalam 3–5 tahun sangat terbuka.
So, apapun pilihan Anda, langkah pertama selalu yang paling menentukan.
Selamat berjuang, juragan! 🚀